Sunday, November 22, 2015
TIPS MERAWAT MESIN BMW E36 M40
Giliran kali ini saya ingin mencoba memberikan pengetahuan kepada agan - agan semua tentang bagaimana cara merawat mesin bmw kesangan anda khususnya pengguna E36 318 M40.
Merawat Mesin
Mesin mobil sudah didesain anti air atau dapat dicuci steam, tapi untuk e36 sepetinya agan harus pikir pikir dahulu karena umur mobil sudah tidak muda lagi jadi banyak komponen yang sudah mulai tidak rapat lagi seperti kabel2 dan part2 berbahan plastik lainnya. pengalaman saya ketika mesin mobil saya cuci alasil mesin mobil menjadi brebet dan tidak stabil dan pincang, hampir selama 2 minggu hal tersebut saya alami, semua sudah dipastikan kering akan tetapi masih ada air yang tidak terjangkau, setelah 2 minggu akhirnya mesin mobil kembali normal kembali.
Urusan mearawat mesin BMW M40 tidaklah sulit dan mesinnya pun simple, Karena masin menggunakan mesin semi injeksi, jadi kelistrikan mesinnnya belum ful elektik gan, masih menggunakan semacam distribotor untuk membagi arus ke tiap tiap businya. Berbeda dengan mesin M43 yang sudah full injeksi, Mesin BMW 40 bandel dan tidak rewel asalkan agan rutin mengganti oli maksimal 5000 s/d 8000 km dengan SAE 10 - 40 mesin ini sudah aman dipakai dan nyaman.
Nah kemudian jangan sampai terlupa dalam mengganti filter2 rutin, Seperti filter udara, filter ac, filter bensin ini wajib diganti ya, sepele tapi fatal jika tidak diganti. apalagi bila agan membeli mobil baru (2nd) wajib diganti semua gan.
Seiring bertambahnya umur, v-belt sudah mulai kendor dan pecah pecah nah ini komponen yang mesti anda ganti rutin juga murah ko gan ga nyampe jutaan, hanya ratusan ribu saja untuk 1 set, Lebih penting lagi agan mesti cek timing belt usia pakainya 20000km gan sekitar 2 tahun. timing belt sangat fatal jika sampai putus. bisa merusak semua komponen dalam mesin.
Sekian dulu ya gan ulasan merawat mesin, lanjut ke peratan part yang lainnya.
REVIEW / ULASAN BMW E36
Merk: BMW
Model: Seri 3 E36 (318i,320i,323i)
Transmisi: Manual 5 percepatan & Otomatis 5 percepatan
Tahun Pembuatan: 1992-1999
Harga Baru: –
Harga Second: 50-100 jt (tergantung mesin)
Spesifikasi Kendaraan:
RWD, ABS, EBD, Airbag, ASC (323i only), VANOS (6 Cylinders Only)
1800cc = 115hp & 165Nm, 4 Silinder
2000cc = 150hp & 190Nm, 6 Silinder
2500cc = 170hp & 256Nm, 6 Silinder
Ulasan:
BMW E36, Tak ada kata-kata lain yang bisa dikatakan selain “the ultimate driving machine”, mobil ini adalah bentuk nyata dari keseriusan BMW saat membuat mobil untuk pengendara ( driver’s car ).
Sama juga dengan generasi sebelumnya BMW E30, BMW E36 ini merupakan penyempurnaan dari teknologi serta hasil pada generasi sebelumnya. Seluruh pengamatan serta feedback pengguna BMW E30 ditampung serta jadikan nyata saat membuat BMW E36 ini.
Hasil yang diperoleh bukan satu hal yang biasa, dengan bobot distribusi 50-50 dengan mesin apa pun, mobil ini memiliki handling yang kian lebih spektakular. Mobil ini dapat dibuktikan ketangguhannya dalam balap-balap professional ataupun pemula.
Bukan hanya sekedar itu, mobil ini bisa disebut sebagai seri 3 pertama yang betul-betul nyaman untuk penumpangnya. Dengan area kaki belakang yang cukup serta bagasi yang luas membuatnya betul-betul praktis. Namun mobil ini bukan hanya tanpa kelemahan, model tahun awal ( 1992-1994 ) memiliki masalah pada kualitas interior dengan bunyinya dashboard ( apalagi dari pabrik walaupun ).
BMW E36 merupakan salah satu di antara sedan yang aerodinamis pada musimnya, bila dilihat dari samping tampak garis bodi serta silhouette yang layaknya angin terlebih bila di perhatikan design bagasi yang agak mencuat kebelakang layaknya tersapu angin.
Positif:
Positif:
- Bentuk bodi yang atraktif
- Mesin 6 silinder bertenaga
- Suspensi pas
- Handling yang sempurna- Praktis
- Interior sunyi
Negatif:
- Kokpit terkesan sempit
- Kualitas interior tidak konsisten
Ringkasan:
Tidak ada yang bisa dikatakan selain “Ultimate Driving Machine”.
Pendapat ReviewMobils(subjective):
Jika anda hobi dalam berkendara, inilah mobil yang tepat untuk anda. Sebelum memilih mobil lain, saya rekomendasikan untuk mencoba test drive mobil ini dahulu.
Saya pernah memiliki kesempatan untuk mencoba 318i, 320i, dan 323i. ReviewMobilsSangat sarankan untuk mengambil minimal seri 320i. Karena tenaga dengan bobot yang ditawarkan sangat tepat, sebab mesin 1800cc di 318i terlalu kecil dan kurang hidup untuk mobil ini. Saya juga menyarankan transmisi manual jika ingin merasakan semua potensial dari E36.
Kemudian, jika meninginkan mobil ini coba pilih yang diatas tahun 95 atau 320i yang tahun 92/93 yang belum VANOS, karena anda akan dapat merasakan bedanya dan hentakannya tentunya.
Saya tidak bisa mengatakan seperti apa rasanya menggunakan mobil ini. Namun inilah mobil ternyaman dan sempurna dalam urusan handlingnya dari semua mobil yang pernah saya coba. Dan sampai saat ini predikat terbaiknya masih dipegang oleh mobil ini.
Review Mobil BMW E36 323i AT
Merk: BMW
Model: 323i AT
Transmisi: AT 5 Speed
Tahun Pembuatan: 1997
Harga Baru: Ga tau
Harga Second: 60 – 100 jt-an (tergantung Kondisi)
Untuk gambar sama dengan ulasan E36 sebelumnya
Spesifikasi Kendaraan:
Spesifikasi Mobil BMW E36 323i AT
Engine : Inline 6
Engine Code : M52B25
Fuel : Petrol
Fuel System : Siemens DME MS41.0
Engine Alignment : Longitudinal
Drive : RWD
Displacement : 2497 cc
Bore x Stroke : 84 x 75 mm
Type : 24 Valves
Compression Ratio : 10.5 :1
Output : 170 hp (125 kW) @ 5500 rpm
Torque : 245 Nm (180 lb.ft) @ 3950 rpm
Front Brakes : Vented Discs (286 mm)
Rear Brakes : Vented Discs (275 mm)
Kerb Weight : 1385 kg
Front Suspension : McPherson struts
Rear Suspension : Multi-Link Z-Axle
Top Speed : 227 km/h (141 Mph)
VANOS
Dual zone digital AC
Tirai Belakang
Single Airbag
ASC+T (Automatic Stability Control+traction) , seperti VSA pada honda CRV baru
ABS
Multivex Electric mirror + heater
Spion tengah anti silau ( ga perlu mode siang-malam, ga tau istilahnya )
Onboard Computer
Drive by wire
Lampu depan proyektor
Std Emisi EURO 2
Ulasan:
Flagship BMW E36 yang masuk secara resmi ini merupakan jawaban BMW pada zamannya untuk memberikan suatu solusi untuk mereka yang menginginkan sebuah sedan yang kompak namun dengan teknologi dan fitur yang segudang serta memiliki performa yang terbaik di kelasnya.
Dikarenakan konfigurasi mesin yang menggunakan mesin 6 silinder segaris dan 2500cc membuat kap depan mobil ini terasa sangat panjang serta banyak orang yang mengkategorikan mobil ini ke kelas medium size sedan, sementara dari dimensinya, mobil ini masuk ke dalam kelas small executive sedan ( setelah anda mencoba untuk mengendarai mobil ini maka anda akan merasakan bahwa mobil ini adalah mobil yang tidak terlalu besar)
Dengan karakter mobil yang sport maka tidaklah heran posisi mengemudi mobil ini benar-benar seperti mobil sport. Dengan posisi duduk yang sangat rendah walaupun untuk beberapa orang hal ini cukup mengganggu. Bentuk body yang sama persis dengan 318i membuat banyak orang mengira 318i dan banyak orang yang tidak tahu akan perbedaanya dengan 318i padahal secara performa dan fitur mobil ini jauh diatas 318i.
Positif :
Body tidak begitu besar
Radius putar
Handling + rem
Performa std cukup baik (mesin 2500cc di mobil kecil)
Peredaman
Mesin 6 silinder yang halus dan hampir tanpa suara walaupun dijalankan pada rpm tinggi suara juga tidak terdengar seperti mesin yang meraung (dengan catatan mesin sehat )
Perawatan yang terjangkau dikarenakan mulai banyak parts aftermarketnya dan harganya setara onderdil mobil jepang
ASC + T
Jok semi bucket nyaman untuk jarak jauh dan bisa ditarik bwat selonjoran
Heater kaca depan + belakang
AC digital Dual Zone
Sensor dan elektrik banyak tapi blum rumit
Sasis sama persis dengan M3
Transmisi masih bisa menggunakan oli ATF Dextron 3 dan memliki mode sport & snow
Immobilizer
Onboard computer yang membantu memberi tahu keadaan mobil
Alternator standar cukup besar (120A)
Lampu depan sudah proyektor
Penempatan aki di bagasi membuat distribusi bobot lebih optimal + ruang aki besar ( bisa dikasih aki ukuran jauh lebih besar )
Lampu kabin banyak
Dashboard driver oriented
Econometer membantu melihat konsumsi bahan bakar secara real time
Sensor rem yang akan memberitahukan kalau kanvas rem sudah tipis
Beberapa bagian spare part sudah bisa beli secara satuan tidak harus 1 set
Spion multivex bikin pandangan lebih luas + heater bikin ga berembun
Negatif :
Dalamnya sempit hanya setara sedan jepang 1800cc tahun 90an
Plastik pilar A banyak yg lepas karena klem2anya termakan usia ( bisa di lem lg)
Kalau lg kecepatan < 20 kmh wiper dalam posisi on maka akan otomatis jadi mode intermitent ( bayangin kalo lg macet + hujan angin ) jadi harus sering pasang mode fast
Masalah nikasil pada mesin yg bikin mesinya ga tahan sulfur tinggi ( untung skrg ada pom bensin luar )
Bantingan lumayan keras untuk sedan sekelasnya (efek dari suspensi sport)
Bagasi kecil untuk mobil sekelasnya
Tonjolan rumah gardan di kabin belakang
Laci penyimpanan
Per pedal gas suka bunyi seperti pintu karatan ( harus sering di semprot wd )
Masih suka dikerjain ama bengkel2 ga jelas yg ga ngerti bmw
Mesin inline 6 butuh oli lumayan banyak tiap ganti oli
Lampu std H1 55w , bayangin aja ditambah proyektor jd kyk apaan buramnya
Ringkasan :
Mobil canggih yang simpel pada zamanya dengan teknologi mobil terbaru ditambah dengan handling dan performa yang sempurna.
Sumber http://bmwcci-jakartachapter.org/2014/08/21/review-mobil-bmw-seri-3-e36-318i320i323i-atmt/
Tidak ada yang bisa dikatakan selain “Ultimate Driving Machine”.
Pendapat ReviewMobils(subjective):
Jika anda hobi dalam berkendara, inilah mobil yang tepat untuk anda. Sebelum memilih mobil lain, saya rekomendasikan untuk mencoba test drive mobil ini dahulu.
Saya pernah memiliki kesempatan untuk mencoba 318i, 320i, dan 323i. ReviewMobilsSangat sarankan untuk mengambil minimal seri 320i. Karena tenaga dengan bobot yang ditawarkan sangat tepat, sebab mesin 1800cc di 318i terlalu kecil dan kurang hidup untuk mobil ini. Saya juga menyarankan transmisi manual jika ingin merasakan semua potensial dari E36.
Kemudian, jika meninginkan mobil ini coba pilih yang diatas tahun 95 atau 320i yang tahun 92/93 yang belum VANOS, karena anda akan dapat merasakan bedanya dan hentakannya tentunya.
Saya tidak bisa mengatakan seperti apa rasanya menggunakan mobil ini. Namun inilah mobil ternyaman dan sempurna dalam urusan handlingnya dari semua mobil yang pernah saya coba. Dan sampai saat ini predikat terbaiknya masih dipegang oleh mobil ini.
Review Mobil BMW E36 323i AT
Merk: BMW
Model: 323i AT
Transmisi: AT 5 Speed
Tahun Pembuatan: 1997
Harga Baru: Ga tau
Harga Second: 60 – 100 jt-an (tergantung Kondisi)
Untuk gambar sama dengan ulasan E36 sebelumnya
Spesifikasi Kendaraan:
Spesifikasi Mobil BMW E36 323i AT
Engine : Inline 6
Engine Code : M52B25
Fuel : Petrol
Fuel System : Siemens DME MS41.0
Engine Alignment : Longitudinal
Drive : RWD
Displacement : 2497 cc
Bore x Stroke : 84 x 75 mm
Type : 24 Valves
Compression Ratio : 10.5 :1
Output : 170 hp (125 kW) @ 5500 rpm
Torque : 245 Nm (180 lb.ft) @ 3950 rpm
Front Brakes : Vented Discs (286 mm)
Rear Brakes : Vented Discs (275 mm)
Kerb Weight : 1385 kg
Front Suspension : McPherson struts
Rear Suspension : Multi-Link Z-Axle
Top Speed : 227 km/h (141 Mph)
VANOS
Dual zone digital AC
Tirai Belakang
Single Airbag
ASC+T (Automatic Stability Control+traction) , seperti VSA pada honda CRV baru
ABS
Multivex Electric mirror + heater
Spion tengah anti silau ( ga perlu mode siang-malam, ga tau istilahnya )
Onboard Computer
Drive by wire
Lampu depan proyektor
Std Emisi EURO 2
Ulasan:
Flagship BMW E36 yang masuk secara resmi ini merupakan jawaban BMW pada zamannya untuk memberikan suatu solusi untuk mereka yang menginginkan sebuah sedan yang kompak namun dengan teknologi dan fitur yang segudang serta memiliki performa yang terbaik di kelasnya.
Dikarenakan konfigurasi mesin yang menggunakan mesin 6 silinder segaris dan 2500cc membuat kap depan mobil ini terasa sangat panjang serta banyak orang yang mengkategorikan mobil ini ke kelas medium size sedan, sementara dari dimensinya, mobil ini masuk ke dalam kelas small executive sedan ( setelah anda mencoba untuk mengendarai mobil ini maka anda akan merasakan bahwa mobil ini adalah mobil yang tidak terlalu besar)
Dengan karakter mobil yang sport maka tidaklah heran posisi mengemudi mobil ini benar-benar seperti mobil sport. Dengan posisi duduk yang sangat rendah walaupun untuk beberapa orang hal ini cukup mengganggu. Bentuk body yang sama persis dengan 318i membuat banyak orang mengira 318i dan banyak orang yang tidak tahu akan perbedaanya dengan 318i padahal secara performa dan fitur mobil ini jauh diatas 318i.
Positif :
Body tidak begitu besar
Radius putar
Handling + rem
Performa std cukup baik (mesin 2500cc di mobil kecil)
Peredaman
Mesin 6 silinder yang halus dan hampir tanpa suara walaupun dijalankan pada rpm tinggi suara juga tidak terdengar seperti mesin yang meraung (dengan catatan mesin sehat )
Perawatan yang terjangkau dikarenakan mulai banyak parts aftermarketnya dan harganya setara onderdil mobil jepang
ASC + T
Jok semi bucket nyaman untuk jarak jauh dan bisa ditarik bwat selonjoran
Heater kaca depan + belakang
AC digital Dual Zone
Sensor dan elektrik banyak tapi blum rumit
Sasis sama persis dengan M3
Transmisi masih bisa menggunakan oli ATF Dextron 3 dan memliki mode sport & snow
Immobilizer
Onboard computer yang membantu memberi tahu keadaan mobil
Alternator standar cukup besar (120A)
Lampu depan sudah proyektor
Penempatan aki di bagasi membuat distribusi bobot lebih optimal + ruang aki besar ( bisa dikasih aki ukuran jauh lebih besar )
Lampu kabin banyak
Dashboard driver oriented
Econometer membantu melihat konsumsi bahan bakar secara real time
Sensor rem yang akan memberitahukan kalau kanvas rem sudah tipis
Beberapa bagian spare part sudah bisa beli secara satuan tidak harus 1 set
Spion multivex bikin pandangan lebih luas + heater bikin ga berembun
Negatif :
Dalamnya sempit hanya setara sedan jepang 1800cc tahun 90an
Plastik pilar A banyak yg lepas karena klem2anya termakan usia ( bisa di lem lg)
Kalau lg kecepatan < 20 kmh wiper dalam posisi on maka akan otomatis jadi mode intermitent ( bayangin kalo lg macet + hujan angin ) jadi harus sering pasang mode fast
Masalah nikasil pada mesin yg bikin mesinya ga tahan sulfur tinggi ( untung skrg ada pom bensin luar )
Bantingan lumayan keras untuk sedan sekelasnya (efek dari suspensi sport)
Bagasi kecil untuk mobil sekelasnya
Tonjolan rumah gardan di kabin belakang
Laci penyimpanan
Per pedal gas suka bunyi seperti pintu karatan ( harus sering di semprot wd )
Masih suka dikerjain ama bengkel2 ga jelas yg ga ngerti bmw
Mesin inline 6 butuh oli lumayan banyak tiap ganti oli
Lampu std H1 55w , bayangin aja ditambah proyektor jd kyk apaan buramnya
Ringkasan :
Mobil canggih yang simpel pada zamanya dengan teknologi mobil terbaru ditambah dengan handling dan performa yang sempurna.
Sumber http://bmwcci-jakartachapter.org/2014/08/21/review-mobil-bmw-seri-3-e36-318i320i323i-atmt/
ULASAN BMW 318 E46 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Ulasan Spesifikasi BMW 318i E46 - BMW E46 merupakan keturunan ke-4 dari kelas BMW seri-3 yaitu sedan kompak yang diposisikan satu tingkat di bawah BMW seri-5. Bentuk yang sporty dengan garis-garis minimalis membuatnya memiliki pamor yang tinggi di mata para eksekutif muda. Mobil ini pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1999 untuk menggantikan posisi BMW E36 yang telah beredar selama satu dekade, lalu versi facelift dikenalkan pada tahun 2002 dengan upgrade mesin dan perubahan kecil pada bagian luar meliputi bentuk lampu utama, warna lampu belakang, bumper, hood dan grill.
BMW 318i E46 pre-facelift mengadopsi mesin berkapasitas 1,9 liter 8 katup SOHC. Dikarenakan banyaknya pemilik mobil ini mengeluh akan performa mesin yang underpower, lalu BMW menggantinya dengan versi facelift dengan perubahan pada bagian luar dan mesin yang kini menggunakan mesin 2,0 liter dengan kode N42B20 16 katup DOHC. Mesin N42 terkenal rewel dan seringkali mengalami trouble, akhirnya pada akhir tahun 2004, facelift terakhir dilakukan dengan menggunakan mesin N46B20 yang lebih tahan banting.
Spesifikasi BMW 318i E46 Pre-facelift
- Tahun produksi: 1999 - 2001.
- Kode mesin : M43B19 (disebut juga M43TUB19), 1.9 liter 4 silinder segaris 8 katup SOHC.
- Output tenaga : 118 HP @5.500 RPM.
- Torsi puncak : 118 Nm @3.500 RPM.
- Bore x Stroke : 85 mm x 83,5 mm.
- Rasio kompresi : 9,7:1.
- Profil ban standar: 195/65 R15
Spesifikasi BMW 318i E46 Facelift
- Tahun produksi: 2002 - 2004.
- Kode mesin N42B20, 2.0 liter 4 silinder segaris 16 katup valvetronic DOHC VANOS.
- Output tenaga : 143 HP @6.000 RPM.
- Torsi puncak : 200 Nm @3.750 RPM.
- Bore x Stroke : 84 mm x 90 mm.
- Rasio kompresi : 10,2:1.
- Profil ban standar: 205/55 R16.
- Tahun produksi: akhir 2004 - 2005.
- Kode mesin N46B20, 2.0 liter 4 silinder segaris 16 katup valvetronic DOHC VANOS.
- Output tenaga : 148 HP @6.200 RPM.
- Torsi puncak : 200 Nm @3.600 RPM.
- Bore x Stroke : 84 mm x 90 mm.
- Rasio kompresi : 10,2:1.
- Profil ban standar: 205/55 R16.
- Image BMW.
- Tampilan keren dan awet.
- Ukuran kompak, tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.
- Mesin M43 versi mudah dalam hal perawatan.
- Mesin N42 versi facelift lebih bertenaga.
- Transmisi halus.
- AC digital.
- Fitur keselamatan lengkap.
- Handling mantap.
- Sparepart banyak.
- Harga bertahan.
Kekurangan BMW 318i E46
- Bantingan kurang lembut, efek handling yang bagus.
- Mesin N42 versi facelift terkenal rewel.
- Mesin M43 versi pre-facelift terkesan underpower.
- Akselerasi kedua mesinnya lamban.
- Karet konsol pada dashboard cepat getas.
- Suspensi lemah.
- Sparepart mahal.
- Jaringan servis terbatas.
- Pajak mahal.
Monday, November 16, 2015
REM BERMASALAH ONE WAY VALVE
"Bila pedal rem terasa keras, komponen yang paling dulu kita curigai biasanya booster rem. Bukan apa-apa, seperti sudah kami ulas pada edisi sebelumnya, dari namanya saja sudah jelas: booster rem memang berfungsi memperingan pijakan ke pedal rem.
Tapi, jangan super yakin dulu. Tak semua rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Bisa saja booster rem normal dan baik-baik saja, namun pedal rem tidak terasa ringan. Salah satu kemungkinan adalah karena pemasangan one way valve yang keliru. Jangan sampai komponen yang biasa juga disebut dengan istilah `katup searah` ini terpasang terbalik.
Untuk memastikan apakah one way valve pada sistem rem kendaraan Anda sudah terpasang dengan benar, lakukan pengujian dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Hidupkan mesin.
Pada saat mesin hidup, cabut selang vakum yang terdapat pada booster rem.
Tutup lubang vakum tersebut. Apabila terasa ada hisapan, artinya pemasangan one way valve sudah benar. Tapi, apabila tidak terdapat hisapan, kemungkinan besar pemasangannya keliru.
Secara fisik, komponen ini terletak diantara booster rem dan mesin. Cara kerjanya mirip seperti pentil sepeda. Yaitu, hanya bisa mengalirkan sesuatu dari satu arah saja. Pada sistem pengereman, katup searah berfungsi agar kevakuman di booster rem dapat dihisap oleh mesin. Hisapan ini selanjutnya dibutuhkan untuk membantu menggerakkan sistem pengereman berikutnya.
Itu sebabnya, ketika terpasang terbalik, pedal rem akan terasa keras. Untuk mengatasinya cukup dengan memasang kembali dengan membalikkan arahnya. Perlu dicatat bahwa pada beberapa tipe kendaraan, ada yang menggunakan one way valve berbentuk huruf L. Untuk tipe seperti ini, kemungkinan salah pasang sebenarnya sangat kecil. Karena posisi arahnya sudah sangat jelas.
Nah, bila booster rem tak masalah, pemasangan one way valve juga sudah benar, tapi pedal rem tetap keras, kemungkinan lain adalah karena terjadinya kebocoran kevakuman. Untuk pembahasan yang satu ini,
RECARBON AFM / AIRFLOW METER BMW
ATAU DI BUKALAPAK.COM
Pada BMW dan sejenisnya yang menggunakan AFM / Airflow, Biasanya mengalami mesin idle tidak rata atau RPM tidak stabil bahkan drop. Ini solusi yang akan saya bahas gan, AFM terdapat carbon yang berfungsi menghubungkan ke lidah AFM, lama kelamaan akan haus karena gesekan,
Daripada agan ganti afm / airflow baru yang harganya jutaan atau agan recarbon di bengkel bisa 300k sampai 500k, mendingan agan recarbon lagi aja sendiri, supaya tebal lagi dan dapat digunakan kembali. Lumayan Hemat
Maaf ya gan sedikit jualan buat bahannnya. Saya menawarkan solusinya. agan cukup dengan 150K nanti ane kasih ramuannya. cara menggunakannya pun cukup mudah sekali, Baca lanjutan dibawah gan cara menggunakannya.
Label:
Air Flow,
E36,
Elektrikal,
Engine E36,
Jual Beli
Wednesday, September 2, 2015
CARA MENGECEK AKI DAN ALTERNATOR ATAU DIMANO AMPER (PENNGISIAN)
Pernah tidak anda mengealami mesin mati dan tidak bisa bisa distarter, Hal yang paling mendasar adalah mengecek baterai / aki dalam kondisi baik atau tidak. Berikut cara mengecek baterai / aki
- Cek level air aki pada level yang ditentukan berlaku untuk tipe aki basah, Kemudian liat indikator pada aki anda jika pada aki terdapat indikatornya, lakukan pengetesan mengggunakan tester, akan menunjukan 12v kemudian anda putar kunci kontak, jika voltase turun drastis sampai dibawah 5v maka dipastikan aki anda tekor,
- Anda bisa charger dahulu baterainya. Cirinya jika baterai sudah drop, Walaupun sudah dicharger maka keesokan harinya habis kembali. Selesai masalah aki
Nah kemudian jika aki sudah beres giliran untuk mengecek pengsian baterai atau alternetor atau dinamo amper caranya :
- nyalakan mesin kemudian liat indikator pada instrumen spedometer anda jika terdapat tanda baterai menyala berarti pengisian anda tidak berfungsi.
- Cara kedua masih mesin menyala anda gunakan tester jika jarum menunjukan 12v maka tidak berfungsi pengsiannya , Tapi jika jarum menunjukan 13v s/d 14v maka pengisian anda normal.
CARA MEMBUKA WATERPUMP BMW M40
Gini gan kali ini saya akan sharing mengenai bagaimana cara melepas atau membuka water pump bmw m40, Cukup menguras tenaga dan fikiran jika kita belum pernah membukanya, Karat air pada waterpump membuat cukup sulit untuk melepasnya, Berikut adalah caranya :
1. Buka viscovan ( Untuk melepas searah dengan jarum jam )
2. Buka puli pada waterpump.
3. Buka semua baut pada waterpump menggunakan kunci T 10. Terdapat 4 baut disana.
4. Setelah semua terlepas baru dibagian yang sulit adalah membuka waterpump dari mesin. caranya Gunakan 2 baut (saya tandain digambar pakai panah) untuk mendongkrak waterpump, terdapat 2 lubang baut pada waterpump yang tidak digunakan fungsinya untuk mendongkrak. atau gunakan linggis untuk mengungkit waterpump, jika tidak berhasil, gunakan tang press kemudian gerakkan kekanan kekiri supaya kendur, lalu sambil di tarik keluar.
5. Pasang kembali
6. Semoga berhasil
Subscribe to:
Posts (Atom)









